Semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita sadar betapa sedikit yang kita ketahui.
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postinganTerima kasih atas komentarnya.
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Kasih Sepanjang Masa

time Mamas3 Komentar
Seorang anak lelaki begitu gemar bermain-main dengan dua orang tua setiap hari. Jejingkrakan sepuas-puas hatinya dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di pangkuan ke dua orang tua tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi permainannya dan sebaliknya orang tua itu pun juga menyukai anak tersebut."Waktu terus berlalu…" anak lelaki itu kini sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan perminannya setiap hari bermain di orang tua tersebut. Suatu hari dia datang kepada orang tua itu dengan wajah yang sedih dan orang tua itu berkata “ayo main,. mainlah bersamaku,.” dan anak itu pun menjawab ”Aku bukan lagi kanak-kanak, dan aku tidak lagi bermain dengan engkau..!!! Aku perlu permainan yang lain dan aku perlu uang untuk membelinya.!!?” dengan nada yang sedih lalu orang tua itu berkata ”Kalau begitu,. ambillah yang ada padaku dan juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kau inginkan.” Remaja itu dengan gembiranya menerima pemberian dari ke dua orang tua itu dan melesat pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu dan orang tua itu pun merasa sedih.

Ke esokan harinya remaja itu kembali dengan melihat remaja tersebut ke dua orang tua itu merasa gembira dan berkata kembali ”ayo main,. mainlah bersamaku,.!?” remaja itu pun menjawab ”Aku tidak ada waktu untuk bermain,. Aku harus bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin berkeluarga seperti engkau. tapi ku tak punya rumah. maukah engkau menolongku?” Tanya anak itu... Orang tua itu pun menjawab "maafkan aku nak,. aku tidak punya rumah. Tetapi kalo mau kau boleh tinggal disini bersamaku,..” Orang tua itu memberikan kamarnya. Tahun berganti tahun,. remaja yang semakin dewasa itu tinggal dan bermain dengan teman (keluarga barunya) dengan gembira. Orang tua itu turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih karena remaja itu takan lagi bermain dengan ke dua orang tua itu.

Suatu hari, ditengah hari yang panas, seorang lelaki datang menemui orang tua itu. Dia telah matang dan dewasa. orang tua itu sekali lagi berkata ”ayo main,. mainlah bersamaku,.” lagi-lagi ia mejawab ”Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berkarir. tapi malangnya, aku tidak punya pena. maukah engkau menolongku?” tanya lelaki itu lagi.... orang tua itu pun dengan lembut menjawab... "Aku tidak punya pena untuk kau bawa. Tetapi kau boleh gunakan pensil ini untuk dijadikan alat tulis. mudah-mudahan kau akan dapat dengan ini,.” Lelaki itu merasa amat gembira dan mulai membawa pensil di berikan kepadanya, pergi dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu. Sampai pada suatu hari, datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia menghapiri orang tua itu,.. dekat..dekat dan semakin dekat ternyata dia adalah anak lelaki yang pernah bermain. Belum sempat berkata lelaki renta itu berdiri dihadapan orang tua itu pun berkata dengan nada pilu "Maafkan aku. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk kuberikan... Aku sudah memberikan apa yang ada untuk kau jual, rumahku untuk kau tempati, pensil ku untuk kau menulis... Aku hanya tinggal punya tikar untuk ku berbaring…” namun apa yang terjadi laki-laki itu pun menjawab. ”Aku tidak ingin yang kau punya kerana aku sudah cukup, aku tidak mau rumahmu kerana aku sudah bergedung, aku tidak mau pensilmu kerana aku punya pena, aku datang hanya karena merasa lelah dan ingin istirahat,." orang tua itu pun berkata "kalau begitu kemarilah,.. dan istirahatlah disini,.." Lalu lelaki yang sudah tua itu pun duduk dipangkuan kedua orang tua itu dan beristirahat. Ke dua orang tua itu nangis gembira karena bisa membelai
kembali rambut yang dulu menjadi buah hatinya.

Sebenarnya ke dua orang tua yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua bapak ibu kita. kalo kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita lagi susah. Tapi biarpun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. tetapi pernahkan terfikirkan oleh kita tentang semua ini. maka dari itu hargailah jasa bapak ibu kita. Jangan hanya kita hargai mereka pada saat menyambut hari ibu atau bahkan valentain. perhatikan mereka setiap hari seperti mereka memperhatikan kita setiap saat hingga kita mampu berjalan sendiri.

"Pria 1001 Masalah"

time Mamas0 Komentar
Dulu saya pernah punya sahabat dekat namanya oglex, dekat sekali bahkan seperti kakak sama adik namanya oglek. Dia menyebut dirinya "Petualang Sejati". Kenal sama dia karena dulu setiap pagi ibunya selalu minta untuk temenin oglek bermain video game "Sega". Dari situlah awal kita mulai dekat. Setiap ada kesempatan saya pasti main kerumahnya sampai lupa makan, bahkan untuk makan siang pun kami bikin makan sendiri "ngerebus mie" dirumahnya,. Karena saat itu kedua orang tuanya adalah orang sibuk sehingga kami hanya berdua dalam rumah yang besar dan serba ada waktu itu.
Waktu terus berjalan hingga kami beranjak dewasa, dan kedekatan kami pun tak berubah masih tetap terjaga bahkan kami suka tidur saling tukar tempat minggu sekarang dirumah saya minggu besok dirumah oglek, lebih sering dia tidur dirumah saya sih,. Kami saling cerita-cerita dari yang ringan sampai yang rumit, baik itu masalah atau bukan kami selalu bercerita seakan-akan tiap malam tuh gak mungkin gak ada cerita yang kami bahas.
Saya tau story tentang dia, kesusah orang tuanya, kesuksesan orang tuanya, bahkan bias dibilang saya tau detail tiap kerikil dalam rumahnya "heheh lebay dikit..." pokoknya saya tau lah semuanya dah tentang oglek, dari dia yang ditinggal sama cewenya untuk selamanya "meninggal" yang masih idup.
Saya pun sama seperti dia, cerita apa yang saya ingin ceritakan dan utarain,. Tapi ada sedikit perbedaan bro,..
kalo oglek cerita semua tanpa dia pilih mana yang harus dia ceritakan dan mana yang harus tidak dia ceritakan, makanya saya beri dia gelar "PRIA 1001 MASALAH" nah kalo saya lebih selektif cerita dan masalah apa yang saya harus ceritakan ke oglek.
BERSAMBUNG BRO...
Mamas Mamas